Langsung ke konten utama

Unggulan

Strategi Usaha Teh Pinggir Jalan

Beberapa tahun terakhir, fenomena es teh pinggir jalan seakan jadi primadona baru di dunia kuliner sederhana. Dari nama “Teh Solo”, “Teh Jogja”, hingga kreasi unik seperti “Teh Mantan”, semua punya ciri khas yang bikin konsumen penasaran. Harga murah, rasa familiar, dan branding yang kreatif membuat usaha minuman sederhana ini menjelma jadi peluang bisnis besar bagi UMKM pemula dengan usaha yang hanya membutuhkan  konsistensi membangun reputasi  pada pelanggan setiap hari. Namun, di balik kesan sederhana, bisnis es teh bukan sekadar “ seduh teh, tambahkan gula, lalu jual murah ”. Ada logika ekonomi, strategi branding, hingga manajemen risiko yang harus dipahami agar usaha tidak hanya ramai di awal, tapi juga berumur panjang. Teh Dingin Segar Mengapa Es Teh Jadi Favorit UMKM? Alasan paling sederhana adalah entry barrier rendah. Modalnya relatif kecil: teh, gula, air, es batu, dan kemasan cup. Bahkan dengan modal Rp1,5–2 juta, pelaku usaha sudah bisa memulai berjualan dengan ger...

Menang Karena Volume, Bukan Margin

Di dunia bisnis, banyak orang berpikir bahwa untuk bisa untung besar, harus menjual barang dengan harga tinggi. Tapi kenyataannya, banyak pelaku usaha sukses justru menang bukan karena mengambil untung besar per produk, tapi karena menjual banyak produk dengan cepat. Inilah strategi volume besar dan putaran cepat.

Salah satu contoh paling nyata di sekitar kita? Warung Madura.

Fenomena warung madura
Tentang warung madura

Kenapa Margin Besar Bukan Segalanya

Kalau kamu jual satu barang dengan untung Rp50.000 tapi hanya laku satu minggu sekali, berarti seminggu cuma dapat Rp50.000. Tapi kalau kamu jual barang dengan untung hanya Rp2.000 tapi bisa laku 100 kali sehari, hasilnya jadi Rp200.000 dalam satu hari!

Di sinilah kuncinya:

  • Margin kecil tidak masalah, asalkan jumlah penjualan besar.
  • Barang cepat laku = uang cepat kembali.
  • Modal bisa diputar lagi dan lagi, lebih cepat dari yang hanya mengejar margin tinggi.

Fenomena Warung Madura: Modal Tipis, Jalan Terus

Coba perhatikan warung Madura di lingkunganmu. Mereka biasanya:

  • Buka 24 jam nonstop
  • Menjual kebutuhan sehari-hari
  • Selalu punya stok
  • Dilayani cepat, bahkan meskipun cuma beli Rp1.000

Sekilas kelihatannya sederhana. Tapi sebenarnya, ini strategi bisnis yang sangat efisien. Mereka tidak mencari untung besar per barang. Tapi mereka:

  • Menjual dalam jumlah besar
  • Mengandalkan pelanggan datang berulang kali
  • Menang karena selalu siap saat orang butuh, kapan pun jamnya

Misalnya:

Satu bungkus mi instan dijual dengan keuntungan hanya Rp300. Tapi kalau bisa menjual 100 bungkus per hari? Itu sudah Rp30.000 dari mi saja. Belum lagi dari rokok, kopi, bensin eceran, dan barang kebutuhan lain yang juga laris karena toko selalu buka.

Waktu Adalah Senjata

Salah satu kekuatan warung Madura adalah: buka saat toko lain tutup.

  • Malam-malam lapar? 
  • Anak kos cari rokok? 
  • Ibu-ibu kehabisan minyak goreng subuh-subuh?

Warung Madura jawabannya.

Jadi meskipun harga mereka tidak lebih murah dari supermarket, pelanggan tetap datang karena akses yang cepat dan mudah. Ini adalah bentuk keunggulan dalam kecepatan dan kesiapan.

Apa yang Bisa Ditiru oleh Pelaku Usaha atau UMKM Lain?

Walau kita bukan pemilik warung, pelajaran ini bisa diterapkan di berbagai usaha termasuk jasa jahit, UMKM fashion, makanan, atau digital produk.

Berikut prinsip yang bisa ditiru:

Strategi Warung Madura Versi UMKM/Jasa Jahit

Buka 24 jam Terima order kilat, buka saat weekend atau malam hari

  • Produk kebutuhan harian Jasa permak, jahit seragam, gamis simpel, dan kebutuhan praktis
  • Barang laris karena cepat laku Fokus ke jasa yang banyak dicari dan cepat diselesaikan
  • Tidak fokus margin tinggi Ambil banyak order kecil daripada hanya menunggu order besar
  • Pelanggan tetap dan berulang Bangun relasi langganan, tawarkan paket keluarga/instansi

Misalnya, penjahit bisa menawarkan:

  • Jasa permak express (dikerjakan dalam 1 hari)
  • Jahit seragam komunitas dalam paket jumlah banyak
  • Diskon untuk order rutin bulanan
  • Layanan antar jemput baju area lokal

{ "@context": "https://schema.org", "@type": "Article", "mainEntityOfPage": { "@type": "WebPage", "@id": "https://www.kael.my.id/2025/07/menang-karena-volume-bukan-margin.html" }, "headline": "Menang Karena Volume, Bukan Margin", "description": "Artikel komprehensif dan mudah dipahami tentang strategi bisnis berbasis volume besar dan putaran cepat, dengan studi kasus nyata warung Madura.", "image": "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfNt_8Sn5j8tWWQVX8KKw5Un1Y4J6fGapiHwnBR5QjbOY4qcOyq2MfbCmUJx37rtBRQZgmgU_Xo2uG7SXoegvb6op7yG6zcn2I0zr3ZZlzbqDRMOtjnw3XX1OCSgLWHT6jQzleg2MljHH0PETpWpCeCzFCymoS2XyruN6r6a7tvODluWnjFjM5KDDVdK9F/s1024/warungmadura.png", "author": { "@type": "Person", "name": "Ade Sansuniar", "url": "https://kael.my.id" }, "publisher": { "@type": "Publisher", "name": "Ade Sansuniar", "logo": { "@type": "ImageObject", "url": "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgF2uzDh_qnse26BvMQh6JNgvaWFDjFnByuXsL5O69qg3Wj675PRYi93baD7GCqgGH0hQ3j9h00M4S8bl9hlr-UAd0ld8r221imRgtFYfmBhgsaGXrsYf50pTjS4Uy2qtIUohvy_XI3CHzPUPsZ4yuae6pGK3d-X7nTrRsuJ0DIq6hkFksLvWM-XokdtsFT/s608/kael_logo_75kb_v2.jpg" } }, "datePublished": "2025-07-27", "dateModified": "2025-07-27" }

Komentar

  1. Yah ini yang bikin warung madura terus berkembang, mereka bisa diandalkan banget barang selalu ready dan mereka selalu buka, salut sih bahkan pakai shift sihift-an

    BalasHapus
  2. Dulu saya juga diajaarkan ilmu oleh mantan bos saya kalau mau untung banyak jangan terlalu ambil untung besar. Asal volume banyak maka jualnya jasa dengan untung tak terlalu besar. Asalkan rutin. Nyatanya benar sih.. Volume penjualan bisa jadi faktor peningkatan omzet

    BalasHapus
  3. Iya nih, Warung Madura tuh idenya keren, bisa diteladani untuk urusan modal tips jalan terus, margin kecil tapi volume besar!
    Karena sebuah bisnis dengan margin tinggi namun volume penjualan rendah atau retensi pelanggan yang buruk mungkin tidak akan berkelanjutan.

    BalasHapus
  4. Aku pernah punya tetangga. Dia juragan kaus dagadu palsu. Ambil laba tiap kaus cuma 2000. Tapi pelanggannya banyaaak. Para penjual di emperan Maliobiro dan yang keliling ke hotel-hotel ambil barang (kulakan) ke dia semua. Bisa bayar tunai. Wah uangnya tuh ada di tas-tas kresek.

    BalasHapus
  5. Teknik ini seingatku juga dipakai oleh beberapa pengusaha dari china mas (di lapangan). Mereka jual rendah, meski produknya itu bagus. Karena orang-orang yang memberikan harga jual yang rendah biasanya mencari pangsa pasar, (kurang lebih begitu kata teman saya yang punya usaha juga). Setelah market terbentuk baru mereka perlahan menaikkan harga. Kurang lebih motonya (untung sedikit, yang penting pembeli rutin beli). :D

    BalasHapus
  6. Jadi makin paham kenapa volume penjualan itu bisa lebih cuan daripada ngejar untung gede per item.

    BalasHapus
  7. pedagang tioghoa juga yang penting volume banyak biarin marginnya kecil kalau mau margin besar dan volume kecil harus jual barang berkelas dan branded gitu deh. kaya tas tas mahal

    BalasHapus
  8. Yaps fenomena warung Madura ini emang keliatannya sederhana tapi kaya yang setiap meter ada warungnya. Ngalahin Indo Alfa. Bener ya margin besar bukan segalanya asalkan jumlah penjualan gede. Barang cepet laku, uang cepet balik. Muter terus jadinya.

    BalasHapus
  9. Aku yng selalu langganan di warung madura deket rumah hehehe. Karna emng stocknya selalu ada gaperna gaada. Tengah malam pun tetep buka

    BalasHapus
  10. Untung sedikit yang penting terus muter. Pelanggan terus ada. Biasanya memang seperti itu yang bertahan. Pastinya juga sesuai dengan kebutuhan pasar

    BalasHapus
  11. Sampai ada conten di platform medsos yang bilang kalau warung madura itu tutupnya kalau sudah kiamat. Saking berusaha untuk selalu ada dan memudahkan pelanggan untuk membeli beragam kebutuhan dadakannya.

    BalasHapus
  12. sekarang udah mulai banyak toko dan pelaku bisnis yang menerapkan jam operasional 24 jam nonstop sama seperti warung madura..

    BalasHapus
  13. Sayangnya didaerahku jarang ada warung Madura. Adanya tukang cukur Madura. Walaupun tdk buka 24 jam , tapi kan cukurnya ramah dan laris. Mungkin faktor pelayanan yang diutamakan oleh gaya Madura-nya.

    BalasHapus
  14. Beneran lho warung madura itu laku aja padahal barangnya sedehana tapi jenis nya komplit sih sampai ada istilah palugada alias apa lu mau gue ada wkwkw

    BalasHapus
  15. Warung madura makin menjamur loh. Awalnya bukan bernama warung madura ya. Tapi karena buka 24 jam dan kebanyakan yang jual emang orang madura, jadilah terkenalnya warung Madura

    BalasHapus
  16. Bicara Warung Madura ini seperti David & Goliath. Bahwa yang kecil ternyata juga bisa bersaing bahkan mengalahkan yang besar. Denger-denger gaji jaga Warung Madura bisa lebih besar dari gaji penjaga Minimarket, lho. Gokil banget!

    BalasHapus
  17. Salut banget sama warung madura, bahkan sampai ada meme "kami tutup kalau udah kiamat" T_T. Kegigihan dan tips-tips yang disampaikan di artikel ini bisa banget diadaptasi untuk para pelaku usaha yang lain.

    BalasHapus
  18. Di dekat rumahku ada satu warung madura gitu. Enggak ngeh loh klo mereka punya strategi jualan yang bersaing seperti ini. Semoga pemilik usaha yang lain juga tak mau kalah yaa.. bisa punya strategi yang bisa membantu menjaga stabilitas pemasukannya.

    BalasHapus
  19. Prinsip ini keknya dipakai pedagang2 sejak dulu, gpp keuntungan gak banyak, asalkan nanti pelanggan datang lagi dan beli lagi, kira2 gitu :D
    Soalnya membangun relasi dengan pembeli yang setia tu penting.
    Aku pribadi kalau udah cucok ma satu seller suka beli di sana lagi apalagi selain harga miring kadang krn langganan dikasi bonus2 hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer